![]() |
| Supervisor Laboratorium I IPA A Yani PAM Bandarmasih, Naima Faridha, saat memberikan penjelasan terkait kualitas air bersih di tengah isu dugaan pencemaran Sungai Barito. |
BANJARMASIN – Dugaan pencemaran lingkungan di Sungai Barito yang ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir, baik melalui pemberitaan maupun media sosial, menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Dugaan pencemaran tersebut disebut berdampak pada pembudidaya ikan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang mengalami kerugian akibat kematian ikan.
Kondisi itu turut memunculkan kekhawatiran warga di Kabupaten Barito Kuala maupun Kota Banjarmasin terkait keamanan air bersih yang didistribusikan perusahaan air minum.
Menanggapi hal tersebut, PAM Bandarmasih memastikan air bersih yang disalurkan kepada seluruh pelanggan tetap aman dan layak dikonsumsi.
Supervisor Laboratorium I IPA A Yani PAM Bandarmasih, Naima Faridha, mengatakan hingga saat ini sumber air baku yang digunakan PAM Bandarmasih masih dalam kondisi aman dan tidak terdampak dugaan pencemaran di Sungai Barito.
"Untuk sumber air baku kami hingga saat ini masih aman, karena air baku PAM Bandarmasih berasal dari Sungai Martapura, bukan dari Sungai Barito yang diduga tercemar limbah sawit," ujar Naima.
Ia menjelaskan, PAM Bandarmasih secara rutin melakukan pengujian kualitas air baku guna memastikan air yang diproduksi tetap memenuhi standar kesehatan.
"Setiap dua minggu sekali kami melakukan uji sampel air baku di Intake Sungai Bilu dan Sungai Lulut. Proses pengujian dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023," jelasnya.
Tak hanya itu, pengujian kualitas air bersih juga dilakukan secara berkala langsung dari rumah pelanggan setiap satu bulan sekali.
"Untuk IPA I A Yani, pengujian dilakukan pada 60 pelanggan, sedangkan untuk IPA II Pramuka juga dilakukan pada 60 pelanggan," tambahnya.
Berdasarkan hasil pengujian terbaru, kualitas air baku yang berasal dari Sungai Martapura masih berada dalam kondisi baik.
"Tidak ditemukan pencemaran limbah apa pun. Hanya tingkat kekeruhan yang relatif tinggi, namun masih dapat ditangani dengan baik. Secara keseluruhan, air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan dipastikan aman untuk dikonsumsi," pungkas Naima.
.jpeg)