JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Meta Indonesia sepakat membentuk tim bersama untuk memperkuat penanganan spam promosi judi online yang belakangan membanjiri kolom komentar di media sosial.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dengan jajaran Meta Indonesia di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Meutya Hafid mengatakan pembentukan tim bersama menjadi langkah penting untuk menghadapi modus baru promosi judi online yang memanfaatkan kolom komentar akun-akun dengan jangkauan publik tinggi.
"Hari ini kami bertemu dengan Meta dan menemukan kesepakatan yang menurut kami penting. Kami akan membentuk tim bersama dalam kerangka memberantas dan mengatasi judi online, khususnya modus terbaru berupa komentar-komentar spam yang meresahkan masyarakat," ujarnya.
Komdigi mencatat dalam dua pekan terakhir terjadi lonjakan sekitar 128 persen spam promosi judi online dibandingkan rata-rata temuan selama Januari hingga Juni 2026. Hasil analisis menunjukkan pelaku memanfaatkan jaringan bot secara terorganisasi untuk membanjiri kolom komentar akun pemerintah, media, tokoh publik, hingga influencer.
Berdasarkan hasil pemantauan, penyebaran spam paling banyak ditemukan di platform Instagram dan Facebook.
Meutya menjelaskan penanganan spam di kolom komentar memiliki tantangan tersendiri. Meski Komdigi dapat memutus akses terhadap akun atau konten yang melanggar hukum, pemerintah tidak memiliki kewenangan menghapus komentar pada platform media sosial karena hal tersebut merupakan kewenangan penyelenggara platform.
Karena itu, Komdigi mendorong Meta untuk memperkuat sistem moderasi, meningkatkan deteksi akun bot, serta menyaring komentar spam agar ruang digital Indonesia menjadi lebih aman.
Selain bekerja sama dengan Meta, Komdigi juga terus berkoordinasi dengan Polri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna memperkuat penegakan hukum, memutus aliran dana, dan membongkar jaringan pelaku judi online.
Sementara itu, Head of Public Policy Meta Indonesia, Berni Moestafa, menyatakan pihaknya siap meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadapi perkembangan berbagai modus kejahatan digital.
Tim bersama Komdigi dan Meta nantinya akan berfokus pada penguatan sistem moderasi, percepatan deteksi akun bot, peningkatan efektivitas penanganan komentar spam, serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai modus baru kejahatan digital.
.jpeg)